Monthly Archives: Desember 2014

Ironi duka berpesta dan kuasa

Pagi yang cerah setelah beberapa hari terakhir hujan mengguyur ibu kota, tidak ada yang istimewa kecuali waktu yang akan mendekat ke akhir tahun. Lalu semua tercengang ketika terkabar dimedia telah terjadi hilang kontak sebuah pesawat bernomor QZ8501 yang sedang menuju negeri tetangga beranjak dari belahan tanah Majapahit.

Penasaran memburu kabar yang lebih tajam tentang apa yang sebenarnya terjadi, menyelelimuti setiap anak pertiwi yang mendengari dan melihat melalui media, mengenai pesawat yang tidak diketahui keberadaannya sejak satu jam setelah mengangkasa.

Tidak banyak yang dapat dilakukan setelah dikabari, kecuali tangis dari keluarga dan kerabat yang turut dalam penerbangan, kecuali iba dan doa dari setiap anak pertiwi yang terus ingin mendapati apa yang sudah terjadi. Tidak berlama untuk para jiwa pahlawan yang seringkali terjun dalam berbagai medan bencana yang melanda negeri kami, mereka relawan yang telah beraduk warna baju untuk berjuang atas nama kemanusian yang terlanda duka.

Curah air mata yang mengalir terus tanpa terbendung saat yang sama para petinggi negeri tak kurang berjuang menenangi mereka semua bukan hanya keluarga yang turut terbang tetapi juga seluruh pelosok negeri, janji untuk menemukan mereka, apapun rupa yang akan didapati.

Drama duka kemanusiaan mulai bergulir, cuaca yang tak bersahabat dan media yang terus memberita, membuat suasana semakin menduka, terlebih kekhawatiran dari keluarga korban yang semakin ragu akan kenyataan belum juga didapati setelah satu dua hari dicari.

Tidak kalah duka, sebelumnya ada peristiwa bencana longsor dibanjarnegara jawa dan banjir lebih dari sepekan dibelahan tanah pajajaran tercinta. Berturut-turut duka terus mengalirkan air mata saudara bangsa kami.

Di ibukota nusantra, cerita merencana gembira diakhir tahun seolah tidak peduli dengan air mata saudara bangsa yang sedang berduka, mereka pongah tidak merasa sayatan duka. Mulai dari bintang nusantara yang akan mengisi acara, panggung gembira yang terhias lampu mewarna rona menjadi penghias mewahnya pesta yang digelar.

Entah dimana rasa kita adalah jiwa bangsa yang tersatu dalam duka maupun suka, kali ini ada belahan nusantara tengah berduka, akhirnya keluarga tak kuasa menahan beban tubuh setelah beberapa hari terjaga harus menerima nyata, tersiar kabar diketemukannya empat mayat disekitar titik kejadian terduga, menjadi semakin tanda kuat, benar telah terjadi bencana pada penumpang pesawat pagi yang sedang menuju negara tetangga.

Duka itu semua, tidak mengurungkan niat para penyelenggara pesta di tengah ibukota nusantara tercinta, entah sudah hilangkah rasa senusa dan sebangsa kita, sulit kita mengadu kesiapa, padahal berita mayat korban telah menutupi layar kaca, sepertinya duka tak mampu menampar pemegang kunci kuasa untuk membatalkan pesta acara, entah untuk siapa mereka berpesta, jika hanya rutin saja, sesekali harusnya boleh ditiada, inipun karena duka saudara bangsa kita, Indonesia

Entah apa yang dirasa, berpesta ditengah duka yang melanda anak bangsa, karena tidaklah cukup ucapan simpati di media kemudian kita loncat gembira mendengar music begema bersama meledaknya kembang berapi dilangit ibukota.

Setidaknya mendoa dan menunjuk simpati pada mereka yang berduka akan menjadi lebih penguat rasa bangsa, kita adalah Indonesia.

pondok jati/01 januari 2015

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori