Ironi duka berpesta dan kuasa

Pagi yang cerah setelah beberapa hari terakhir hujan mengguyur ibu kota, tidak ada yang istimewa kecuali waktu yang akan mendekat ke akhir tahun. Lalu semua tercengang ketika terkabar dimedia telah terjadi hilang kontak sebuah pesawat bernomor QZ8501 yang sedang menuju negeri tetangga beranjak dari belahan tanah Majapahit.

Penasaran memburu kabar yang lebih tajam tentang apa yang sebenarnya terjadi, menyelelimuti setiap anak pertiwi yang mendengari dan melihat melalui media, mengenai pesawat yang tidak diketahui keberadaannya sejak satu jam setelah mengangkasa.

Tidak banyak yang dapat dilakukan setelah dikabari, kecuali tangis dari keluarga dan kerabat yang turut dalam penerbangan, kecuali iba dan doa dari setiap anak pertiwi yang terus ingin mendapati apa yang sudah terjadi. Tidak berlama untuk para jiwa pahlawan yang seringkali terjun dalam berbagai medan bencana yang melanda negeri kami, mereka relawan yang telah beraduk warna baju untuk berjuang atas nama kemanusian yang terlanda duka.

Curah air mata yang mengalir terus tanpa terbendung saat yang sama para petinggi negeri tak kurang berjuang menenangi mereka semua bukan hanya keluarga yang turut terbang tetapi juga seluruh pelosok negeri, janji untuk menemukan mereka, apapun rupa yang akan didapati.

Drama duka kemanusiaan mulai bergulir, cuaca yang tak bersahabat dan media yang terus memberita, membuat suasana semakin menduka, terlebih kekhawatiran dari keluarga korban yang semakin ragu akan kenyataan belum juga didapati setelah satu dua hari dicari.

Tidak kalah duka, sebelumnya ada peristiwa bencana longsor dibanjarnegara jawa dan banjir lebih dari sepekan dibelahan tanah pajajaran tercinta. Berturut-turut duka terus mengalirkan air mata saudara bangsa kami.

Di ibukota nusantra, cerita merencana gembira diakhir tahun seolah tidak peduli dengan air mata saudara bangsa yang sedang berduka, mereka pongah tidak merasa sayatan duka. Mulai dari bintang nusantara yang akan mengisi acara, panggung gembira yang terhias lampu mewarna rona menjadi penghias mewahnya pesta yang digelar.

Entah dimana rasa kita adalah jiwa bangsa yang tersatu dalam duka maupun suka, kali ini ada belahan nusantara tengah berduka, akhirnya keluarga tak kuasa menahan beban tubuh setelah beberapa hari terjaga harus menerima nyata, tersiar kabar diketemukannya empat mayat disekitar titik kejadian terduga, menjadi semakin tanda kuat, benar telah terjadi bencana pada penumpang pesawat pagi yang sedang menuju negara tetangga.

Duka itu semua, tidak mengurungkan niat para penyelenggara pesta di tengah ibukota nusantara tercinta, entah sudah hilangkah rasa senusa dan sebangsa kita, sulit kita mengadu kesiapa, padahal berita mayat korban telah menutupi layar kaca, sepertinya duka tak mampu menampar pemegang kunci kuasa untuk membatalkan pesta acara, entah untuk siapa mereka berpesta, jika hanya rutin saja, sesekali harusnya boleh ditiada, inipun karena duka saudara bangsa kita, Indonesia

Entah apa yang dirasa, berpesta ditengah duka yang melanda anak bangsa, karena tidaklah cukup ucapan simpati di media kemudian kita loncat gembira mendengar music begema bersama meledaknya kembang berapi dilangit ibukota.

Setidaknya mendoa dan menunjuk simpati pada mereka yang berduka akan menjadi lebih penguat rasa bangsa, kita adalah Indonesia.

pondok jati/01 januari 2015

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Ternyata ada tuhan lain?, selain Allah SWT

Itulah yang membuat kita semua takut mati dan tidak siap mati karena ternyata dalam hati kita ada yang kita pertuhankan selain Allah SWT.

Bukankah seorang kekasih sangat ingin bertemua dengan kekasih yang sangat ia cintai setiap saat, itulah sejatinya hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, yang selalu merindukan untuk bertemu dengan Allah SWT dan ingin segera ada percepatan terjadinya perjumaan.

Bukankah seorang murid yang cerdas siap mengikuti ujian kapanpun dan dimanapun karena memang murid tersebut selalu siap, begitu juga seorang hamba yang cerdas maka ia akan siap menjemput kematian kapan pun dan dimanpun, karena seorang hamba yang cerdas adalah seorang yang selalu ingat kematian yang siap menjemputnya kapan saja, sehingga dia tidak akan menggunakan waktunya terbuang sia-sia dan dia juga tidak akan melakukan perbuatan yang tidak berkontribusi positif bagi bekal kehidupan akhiratnya.

Mata dikaruniakan keapda kita untuk melihat, jika tidak ada maka kegelapan yang ada. Telinga dikaruniakan untuk mendengna , jika tidak adan maka sepi sunyi kehidupan ini. Hati dibkaruniakan untuk merasa dan mencinta, jika tidak aka maka tidak cinta dihati kita kepada Allah
Bukankah

draft

Tinggalkan komentar

Filed under Inspirasi

Kebaikan PKS vs Politik Dapur

tengoklah pada kisah perjalanan hidup Rosululloh SAW sampai pada gelar Al Amin dilekatkan padanya, pastilah karena tebaran kebaikan yang nyata terasa dan integritas pribadi yang terjaga tapi mengapa para jahiliiyah tidak langsung menerima bahkan merongrong dakwah yang Rosul sodorkan. Bukanlah mereka menyangsikan atau meragukan kebenaran dakwah disampaikan tetapi gerusan roda kekuasaanlah yang mereka takuti yang akan menjadikan mereka setara dengan manusia berderajat rendah, para budak.

itulah kisah sederhana penuh makna yang patut kita jadikan pelajaran bagi perjalanan dakwah PKS saat ini, bukan karena mereka lupa dengan kebaikan PKS dalam segala cuaca bencana, banjir, gunung meletus, asap hutan yang dibakar, layanan kesehatan, baksos, bajar murah, menolak kenaikan harga bbm dan lain sebagainya, sekali lagi bukan, bukan mereka lupa tetapi itulah kondrat kontestasi pemilu, dimana pada titik tertentu akan terjadi kristalisasi kepentingan “dapur” yang tidak lagi mempedulikan kebaikan yang pernah diberikan oleh PKS.

beribu argumen yang dimunculkan tentang kiprah partai politik di Indonesia pasti akan berakhir pada kesimpulan hanya PKS lah yang layak dipilih, tengoklah ratusan penghargaan yang diterima gubernur jabar, terobosan ide cemerlang one day no rice oleh walikota depok, gelar prof yang disandang gubernur sumbar, dan kepedulian mantan ketua mpr hidayat nurwahid yang turun langsung membantu korban banjir dijakarta, itulah sedikit kebaikan PKS yang tidak lagi mampu ditutupi oleh media mainstream namun tetap saja kejamnya politik dapur tidak serta merta pilihan jatuh pada PKS.

belum lagi gelombang fitnah, ancaman intimidasi saat gelaran layanan kesehatan dan opini negatif setiap kerja PKS semakin menyadarkan kita semua bahwa tidak ada tempat bersandar atas semua itu kecuali Allah STW.

politik dapur adalah pilihan politik pragmatis yang hanya didasarkan pada kebutuhan “perut” bukan berdasarkan pada platform kebaikan yang ditawarkan dan kerja kebaikan yang sudah diberikan untuk kehidupan bangsa kedepan. Memang perlu kesabaran sebagaimana Rosul berikan contoh kepada kita, yang pada akhirnya masyarakat arab pun menerima dakwah yang disampaikan.

yakinlah bahwa energi kebaikan yang sudah dan akan selalu kita tebar kesegala penjuru negeri ini pada akhirnya akan berbalik menjadi kekuatan besar yang akan turut serta pada gerbong dakwah untuk Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera.

yakinlah selalu ada pembalikan sejarah tanpa ada pengkabaran ramai sebelumnya, sebagaimana para kaum jahiliyah berbondong-bondong masuk dalam gerbong dakwwah yang Rosul sampaikan dan sebelumnya mereka adalah kaum yang merongrong dengan pertaruhan nyawa. begitupun PKS, tidaklah perlu ramai dan jaga terus kerja ikhlas kita, karena masyarakat tidak perlu mengabarkan bahwa di hati mereka telah mantap untuk memilih PKS dan yakinlah pembalikan sejarah akan terjadi, karena merekalah yang akan turut memenangkan PKS tanggal 9 arpil 2014 nanti, Allahu akbar.

teruslah kobarkan semangat Indonesia

bang dani
pondok jati, 25 maret 2014

Tinggalkan komentar

Filed under Sosial Politik

nilai tambah vs standar

Tanpa sadar mungkin kita adalah orang yang selama ini menjalani rutinitas untuk menjadi ‘standar’ bukan untuk mendapat nilai tambah, begitu sederhana TDW menjelaskan konsep nilai tambah dan standar, predikat nilai tambah terjadi ketika hanya sedikit kalo tidak dikatakan satu orang yang memilki karena ketika banyak orang yang memiliki maka itulah standar.

Mari kita jadikan hidup kita menjadi nilai tambah bukan standar kebanyakan orang dengan terus belajar, mamahami dan berbagi

Karena dengan berbagi pengetahuan maka pintu ilmu akan semakin terbuka lebar untuk kita

Tinggalkan komentar

Filed under Inspirasi